keopolosanku memaksa untuk mengerti, ini awal pagi di hari selasa
menemani ananda berenang, melihat mereka tertawa seoalah betapa lugu aku tak mengerti meraka
semakin memaksaku untuk semakin peka dan faham mereka
tapi memahami harus berawal dari merasa, lebih tepatnya pengalam seperti yang mereka rasa, kita jangan teralu mulu-muluk. seirng kita ujarkan " aku memahamimu, aku mengerti perasaanmu, aku tahu apa yang kau rasa and bla bla bla," aku tau itu bukan sepenuhnya, kamu hanya merekayasa kata semakin meyakinkanku betapa lugunya aku.
ach, sudahlah. aku hanya akan terlalu jauh tentang itu. padahal hanya ingin kuceritaka pagi ini tentang kebahagiaan mereka. di balik tertawa riang mereka jiwa polos dan luguku bingung.

aku adalah seseoarang seperti meraka juga dulu, aku tak pernah sebahagia meraka , seingatku kecuali mungkin kalau aku lupa.sehingga sulit dan berat merangkai kata tentag tertawa mereka
mandi di kolam dan bercanda riang dengan sebayanya, mesan makanan paforit ....
(continue)

Comments

Popular posts from this blog

coretan penaku

Rintihan Jemari