Posts

Showing posts from February, 2019

anganku bersma angin

Image

tempias rindu

Image
the innovative teacher TANGISAN BISU Fatma Muhriza Nasution Air mata memberi sejarah Dengan kaki yang sudah terbiasa Kaki yang begitu piawai Mengerjakan berbagai hal dalam suatu rentang Peluh yang tak sempat lagi ku perhitungkan Senantiasa temani dan iringi perjuangan Aku tak butuh orang lain untuk mengerti Aku tak butuh orang lain mengasihani Aku tak butuh orang lain simpati Aku tak butuh orang lain percaya ini Perjuangan hidup bukan untuk ratapan Bukan untuk tangisan Bukan untuk sesalan Kan ku sejarahkan kisah hidup ini Dengan tangan yang    memerah, leetih Kakai yang menegang, lelah Tangan yang menyemut, Ku jalani jalanku. Tak ku buang waktu meliahat pandangan orang lain Ku nikmati sendiri, karna kalian tak akna mengerti Meski meronta dengan kesiapnya Menangis denagn sejadinaya Hanya tuhan dan aku yang mengerti Menyepak dan menerjang nyali Tirani yang tak pernah mati Untuk hidup yang lebih berarti Disisinya or...

coretan penaku

Image
AEK SABAON HILL IN PADANGSIDIMPUAN CITY KECAMUK ASAKU Secercah harapan yang tersisa Elingan senyum pengobat luka Batu-batu cadas kehidupan yang menganga Gunung terjal yang menunggu tapakan kaki kita Semakin ku lejit semakin bermakna Jalan yang nyata didepan mata Menelanjangi realita pergolakan yang ada Menuntutku untuk selalu terjaga dan tejaga Meningkatkan aha dan palensi jiwa Air mata dan doa Peluh dan hasil karya Menyatu dan menambah adrenalin jiwa Dedikasi bagi sang maha penguasa Aku berdiri dengan dua kaki Bertakbir dengan dua tangan Menengadah dengan sepuluh jari Menyaksikan kemahaannya Menyadarkanku siapa aku sesungguhnya  semakin merajalela Memebuncah dalam jiwa Ambisi telah menghidupkanku Cita dan cinta menertawakanku Membuat nyaliku melalak membahana SEBAGAI INSAN BIASA Yang begitu rentan dengan kesalahan dan dosa Yang mengeluh saat duka menghampirinya Merintih saat cobaan mengujinya ...

Catatan Hati Manusia Biasa

Image
Catatan Hati Berdesir rasa Tanpa terjemah dan tafsir kata Ku diam tanpa bahasa Rasa berbeda terbias dengan senyum refleks Ochh Allaah….  Maafkan.... Atas lemahnya iman Berlahan pelan, tereja namanya Begitu nyaman Terenyuh senyumku Meski tersimpan apik di yang terdalam Ini tentang rangkayan elemen menyatukan rasa Akulah manusia biasa yang jauh dari kata sempurna Oooh Allaah Hati tenang saat melihatnya senyum Dari ujung mata trus mencarinya Meski sedikit tentangmu Tenang membetahiku Maaf kanla.. akulah pengagummmu Tanpa ingin memilikimu Tanpa kau tau Padangsidimpuan, 20 September 2018 Mengagumi tanpa harus   memiliki itulah cinta yang luar biasa