Secercah harapan
yang tersisa
Elingan senyum
pengobat luka
Batu-batu cadas
kehidupan yang menganga
Gunung terjal
yang menunggu tapakan kaki kita
Semakin ku lejit
semakin bermakna
Jalan yang nyata
didepan mata
Menelanjangi
realita pergolakan yang ada
Menuntutku untuk
selalu terjaga dan tejaga
Meningkatkan aha
dan palensi jiwa
Air mata dan doa
Peluh dan hasil
karya
Menyatu dan
menambah adrenalin jiwa
Dedikasi bagi
sang maha penguasa
Aku berdiri dengan
dua kaki
Bertakbir dengan
dua tangan
Menengadah dengan
sepuluh jari
Menyaksikan
kemahaannya
Menyadarkanku
siapa aku sesungguhnya
semakin merajalela
Memebuncah dalam
jiwa
Ambisi telah
menghidupkanku
Cita dan cinta
menertawakanku
Membuat nyaliku
melalak membahana
SEBAGAI INSAN BIASA
Yang begitu rentan dengan kesalahan
dan dosa
Yang mengeluh saat duka menghampirinya
Merintih saat cobaan mengujinya
Menangis dan meratap sering di jadikan
solusinya
Tuhan…
Kini tlah ku temukan titik terangnya
Engkau tidak mencipta dengan si-sia
Semua telah ada koridornya
Meski terjerembab dalam keterpurukan
fananya
Meski senyum tak bias tersungging
dengan ronanya
Meski hati tak terjaga dari perih dan
sayatn luka
Meski mulut begitu jau melenceng dari
asma-asmanya
Mata yang begitu di silaukan gemerlapnya
dunia
Kaki yang tlah enggan menuju majlis
bersama orang beriman
Kau tak sia-sia tuhan…
Di bali semuanya ada cahaya yang tak
mampu tuk memebuka mata
Ada suara yang telinga pekak karnanya
Ada senyum yang hati terenyuh terlena
Ada pemandangan yang tak mampu kuas
tuk melukisnya
Semuanya berubah
Tuhan dalam firmannya
Begitu tegas dan tak pernah
mengingkarinya
Jangan lari dari jalannya
Meski bercecer duka nestapa
Tiada yang sis-sia
Setelah berbagai problema
Akan ada solusi besertanya
Ada solusi besertanya
Fatma muhriza
Perumahan indah lestari padang sidimpuan
22 desember 2015
Saat banyaknya cobaan yang menerpa jangan
pernah lari daripadanya
FAINNMA ALYUSRIUSRYUSRO
INNAMA ALYUSRI USRO
Comments
Post a Comment