hadiah waktu
menulis itu tentang menggerakkan jemari membawa hati sejauh mungkin mengikuti pinta tanpa kolaborasi dan konfirmasi menulis itu tentang hobi, hobi memaknai moment dan detik yang di jalani aku adalah seorang wanita dan desa pelosok dan terisolir yang lugu dan jauh dari sentuhan modren dan teknologi namun aku ingin melangitkan mimpi seperti sang idolaku yang terus membumikan karya-karya terbaiknya Bunda Asma Nadia salah satunya, beliau adalah dari salah satu panutan ku dalam kepenulisan tentang beliau selalu mengembalikan ruh-ruh yang kadang sudah tak berarah ini salah satu celotehan jemariku, dipaginya yang cerah ini, minggu 10 Maret di kediamanku yang sejuk.. dikaki gunung kota Padangsidimpuan. yang salah satu kota kecil diujung sumatera utara. bahasa jemari yang kadang beceloteh lebih cepat tanpa sinerji dari neuron di kepalaku meluahkan dan menuangkannya tanpa bumbu dan penyedap yang pasti aku sang pemula, pemula dari segala hal. meskisering kusadari di si...