Usah kau Tanya sejauh mana aku bisa bertahan
Sudah cukup remuk redam yang kurasa saat ini
Kepergianmu tanpa kata
Telah mengutuk jiwaku
Aku bukan sok manja
Aku jujur apa adanya
Kamu,,, yang ku bayangkan tertulis rapi di lauhul mahfus
untukku
Aku keliru
Keberharapanmu telah meruntuhkan teguhnya hatiku
Keyakinan yang selama ini ku bangun tergoyah kan dengan
mudahnya olehmu
Aku tak memakimu
Atau memaki tuhan atas pertemuan kita
Atau mencemburui ia yang lebih kau pilih dariku
Aku hanya kecewa
Meratap sedikit kebodohanku
Mengingat betapa mudahnya aku percaya
Betapa yakinnya aku atas keyakinanku
Aku keliru besar
Aku lari dari jalan Allah, terlalau ku ikuti perasaan
bodohku
Tanpa pertimbangan
atasNYA
Kamu, aku tak marah
Tenang saja, aku tak mencemburuimu yang disampingmu sekarang
Aku tak berhak atas itu
Aku sungguh terlalu bodoh kalu seperti itu
Aku ikhlas
Sebesar aku sabar melepasmu
Tapi kupikir kembali
Aku terlalu larut
Seperti teramat bodoh
Achhh, inipun kutuliskan aklah heran
Ntah apa untungnya, yang ada aku makin memaki
Aku makin menginagtmu yang tak seharusnya
Mengotori hati yang harusnya ku jaga
Ku jaga rapi untuk seseorangyang lebih special darimu
Yang ku panjatkan doa ditiap sepertiga malamku
Meski kita belum saling tahu
Tapi aku teramat yakin kamu yang terspesial
Seyakin kamu melepasku dan memilih dia
#hanyalah luahan rasa untuk mereka yang pernah merasa

Comments
Post a Comment