SURAT KECIL UNTUK GURU
            Pada setiap zaman dan zona waktu guru selalu menjadi bahan pokok dalam celotehan sehari-hari. Ini merupakan suatu hal yang bukan untuk diherankan. Guru memiliki peranan penting dalam setiap aspek kehidupan. Menjadi bahan utama memang hal yang mudah-mudah gampang. Banyak sisi dan sudut pandang terhadap guru sehingga guru sangat luas ranahnya dan penting peranannya. Disini saya tidak menyudutkan seorang guru ataupun memujinya dengan kelebihan-kelebihan dan kemuliaannya.
            Untuk seorang guru yang menyadari peranannya  dan betapa mulia tugasnya sangat perlu pemviralan meski tidak sebegitu baku. Dimana bguru bukan mencari materi semata sehingga dikatakan guru adalah profesi yang merupakan pekerjaan 2 arah yang sifatnya pelayanan dan pembenahan yaitu untuk anak didik yang kelak dewasa, kelak jadi pemimpin dan pengisi peradaban di masa yang mendatang.
Guru selaku pemberi santapan jiwa dengan ilmu, pembawa tempayan-tempayan  kemanfaatan penuh giji dan nutrisi dengan pembinaan akhlak mulia, dan meluruskan perilaku yang buruk. Oleh karena itu, guru mempunyai kedudukan tinggi. Bahkan dalam islam guru adalah pemeran utama dalam naik surutnya peradaban. Disini pendidik disamakan dengan  ulama yang sangatlah dihargai kedudukannya. Hal ini dijelaskan oleh Allah maupun Rasul-Nya. Firman Allah Swt:
يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
Artinya: “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (QS. Al-Mujadalah 11)
Dalam beberapa hadits disebutkan “jadilah engkau sebagai guru, atau pelajar, atau pendengar, atau pencinta, dan janganlah kamu menjadi orang yang kelima, sehingga kamu menjadi rusak”. Dalam hadis Nabi yang lain: “Tinta para ulama lebih tinggi nilainya daripada darah para shuhada”. (H.R Abu Daud dan Turmizi).
Selain itu juga, tabi’in al-Ghazali menyatakan bahwa pendidik merupakan maslikhul kabir. Bahkan dapat dikatakan pada satu sisi, pendidik mempunyai jasa lebih dibandingkan kedua orang tuanya. Lantaran kedua orang tuanya menyelamatkan anaknya dari godaan dunia, sedangkan guru menyelamatkan dari sengatan api neraka. Kedudukan guru  dalam pendidikan Islam ialah orang yang memikul tanggung jawab membimbing.
 Jadi guru bukanlah sekedar profesi sederhana, dia adalah wakilnya para ulama, tugas-tugas mulia ada padanya. Dimana di era ini momok-momok berhaya menjadi bumearang yang mengancam generasi ummat. Teknologi yang ibarat bom waktu banyak sekarang menelan masa produktifnya anak didik. Disinilah guru menjadi remote control bagi mereka.
Zaman yang terus mencuat mewesternisasi  akhlak anak, maka disinilah guru harus menjadi aktor dan aktris mereka. Bgaimana agar tetap jadi contoh dan panutan dengan tetap meneladankan karakter yang karimah dan islami tentunya. Juga dunia yang semakin mempertontonkan hal spektakuler yang membelalakkan mata, mengalihakan hati dan perhatian anak didik maka disinilah guru memberikan handling dalam perannya sebagai tutor ataupun atau mentor bagi mereka.  
Surat kecil untuk guru ini saya kirimkan bersama doa untuk kita semua sebesar apa keutamaan kita dalam memerani panggung pendidikan. Dimana pendidikan menjadi tolak ukur bagi majunyaa suatu bangsa dan peradaban. Disini ada 4 secara garis besarnya kemuliaan kita sehingga kita semakin ikhlas dan sungguh-sungguh untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
 Pertama Allah langsung yang akan memberi balasan untuk para guru. Ungkapan guru berpenghasilan kecil sangat tidak salah, tapi pandangan itu adalah pandangan searah dan satu sisi saja, guru yang mengerti esensinya justru akan semakin semangat dalam mendidik. Mengemban amanah dengan penuh tanggung jawab dan kejujuran. Gaji seorang guru takkan membuat memperoleh predikat kaya ataupun berinvestasi tinggi. Tapi guru senantiasa sadar Allahlah langsung yang  membalas berlipat ganda. Juga kemuliaan besar dari sisi-NYA.sesuai hadist Rasulullah SAW “barang siapa yang menunjukkan/ mengajarkan kebaikan, pahalanya samadenganorang yang melakukan kebaikan itu (HR muslim).
Kedua Allah SWT, para malaikat dan para penghunilangit dan bumi bershalawat (mendo’akan ) paraguru yang mengajarkan kebaikan. Kemulian seorangguru bukanlah dari pangkatnya, jabatannya ataupun penghasilannya. Kemuliaanya juga bukan hanya dibumi dan pandangan manusia tapi, guru mulia dilanit , di bumi dan seluruh malaikat mendo’akan kebaikan padanya. Seperti yang terdapat pada kitab mukhtarul hasan wa shahih, penulis Abdul Baqi’ Shaqar hal :380 : sesungguhnya Allah, malaikatnya dan para penghuni langit dan bumi hingga semut dalam lubangnya danikan dalam lautan bershalawat (mendo’akan para pendidik manusia kepadakebaikan
Ketiga adalah iffah yaitu memelihara diri dari meminta-minta maksutnya menahan diri sepenuhnya dari perkara-perkara yang Allah SWT haramkan dengan demikian seorang guru akan memelihara iffah dalam dirinya. Bersabar dari perkara-perkara yang diharamkan walaupun kadang jiwanya cenderung kepada perkara tersebut dan menginginkannya. Seoarang guru akan menjaga kemuliaannya karna menyadari eksistensinya sebagai contoh dan tauladan bagi anak didiknya.
Keempat adalah mendapat pahala dan penggugur dosa, hadits rasulullah:  sesungguhnya dari antara amal dan kebaikan seseorang mukmin yang tetap diperoleh pahalanyawalaupun dia sudah wafat adalah ilmu yang diajarkan dan disebar luaskannya, anak shaleh yangditinggalkannya atau mushab atau pegangan misalkan buku-buku, kitab-kitab yang ditinggalkannyaataumesjid yang dibangunnya atau rumah untuk ibnu sabilyaknianak yatim piatu atau panti jompo yang dibangunnya atau saluran airyang dibuatnya atau sadaqoh yang dikeluarkannyadari harta kekayaannya pada waktu hidupnya (shadaqah jaariyah)itu semua dia akan mendapatkan pahalanyasetelah dia wafat (HR. Ibnu Majah dan Al-baihaqi). Disamping itu sejalan dengan firman Allah dalam surah yasin ayat 12 :sesungguhnya kami menghidupkan orang-orang yang mati dan kami menuliskanapa saja yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan dan segala sesuatu kami kumpulkan di dalam kitab indik yang nyata .
Dari penjelasan perlulah semakin berbenah diri bagi seorang gurhau, bahwa kemuliaannya sebagai investasi yang tidak hanya didunia. Namun Allah memegang andil besar untuk reward di alam akhirat kelak. Guru adalah pemegang miniatur  masa depan negeri dan peradaban. Sebagai remote control untuk karakter suatu bangsa terutama character handling. Di lengkapi dengan empat kemulian guru yaitu pertama Allah langsung akan langsung memberi balasan, kedua Allah; para malaikat langit dan bumi bahkan semut dilobangnya mendoakan kebaikan padanaya, yang ke tiga yaitu  iffah yaitu seorang guru senantiasaakan menjaga u dari keburukan dan dosa serta yang keempat mendapat pahala dari Allah SWT.

Comments

Popular posts from this blog

coretan penaku

Rintihan Jemari