coretan penaku
AEK SABAON HILL IN PADANGSIDIMPUAN CITY KECAMUK ASAKU Secercah harapan yang tersisa Elingan senyum pengobat luka Batu-batu cadas kehidupan yang menganga Gunung terjal yang menunggu tapakan kaki kita Semakin ku lejit semakin bermakna Jalan yang nyata didepan mata Menelanjangi realita pergolakan yang ada Menuntutku untuk selalu terjaga dan tejaga Meningkatkan aha dan palensi jiwa Air mata dan doa Peluh dan hasil karya Menyatu dan menambah adrenalin jiwa Dedikasi bagi sang maha penguasa Aku berdiri dengan dua kaki Bertakbir dengan dua tangan Menengadah dengan sepuluh jari Menyaksikan kemahaannya Menyadarkanku siapa aku sesungguhnya semakin merajalela Memebuncah dalam jiwa Ambisi telah menghidupkanku Cita dan cinta menertawakanku Membuat nyaliku melalak membahana SEBAGAI INSAN BIASA Yang begitu rentan dengan kesalahan dan dosa Yang mengeluh saat duka menghampirinya Merintih saat cobaan mengujinya ...

Comments
Post a Comment