tempias rindu


the innovative teacher

TANGISAN BISU
Fatma Muhriza Nasution

Air mata memberi sejarah
Dengan kaki yang sudah terbiasa
Kaki yang begitu piawai
Mengerjakan berbagai hal dalam suatu rentang
Peluh yang tak sempat lagi ku perhitungkan
Senantiasa temani dan iringi perjuangan
Aku tak butuh orang lain untuk mengerti
Aku tak butuh orang lain mengasihani
Aku tak butuh orang lain simpati
Aku tak butuh orang lain percaya ini
Perjuangan hidup bukan untuk ratapan
Bukan untuk tangisan
Bukan untuk sesalan
Kan ku sejarahkan kisah hidup ini
Dengan tangan yang  memerah, leetih
Kakai yang menegang, lelah
Tangan yang menyemut,
Ku jalani jalanku. Tak ku buang waktu meliahat pandangan orang lain
Ku nikmati sendiri, karna kalian tak akna mengerti
Meski meronta dengan kesiapnya
Menangis denagn sejadinaya
Hanya tuhan dan aku yang mengerti
Menyepak dan menerjang nyali
Tirani yang tak pernah mati
Untuk hidup yang lebih berarti
Disisinya orangtua dan agama
Berbagi cinta, rasa dan warna
Di saat-saat aku bener-benar jatuh dan mengeluh
Buakn ntuk di tangisi
Tapi di hargai sebagai hadiah sang ilahirobbi
(mengenag masa kerja siang malam denagn gaji Rp.750.000,-)
Semeste V IAIN PSP
Thank GOD, so much…

Comments

Popular posts from this blog

coretan penaku

Rintihan Jemari